elianisme

mempertemukan kata, menemukan makna

Notes

Pesona

Mataku mencarimu di sebuah lounge eksotis di jantung Jakarta. Kadar adrenalin dalam tubuhku melonjak drastis. Lebih meledak-ledak ketimbang tadi, ketika aku menyisir kawasan Sudirman yang padat-merayap.

Kamu melambaikan tangan, pertanda bahwa kamu hadir dan menantiku. Ah, kamu cantik sekali malam itu. Aku sampai mengerahkan segenap kemampuanku untuk tetap tenang dan meredam histeria yang melampaui takaran wajar.

Here we are, looking at each other for the second time… setelah pertemuan tak terduga di Kopi Selasar.”

Kamu berkali-kali memainkan pesonamu, semoga bukan untuk mempermainkan perasaanku. Kita mulai berbincang tentang kita – hidupmu, hidupku, dan remeh temeh di dalamnya – dengan iringan musik dari home band yang tak terlalu bagus. Setidaknya, lebih baik dari suaraku tatkala reriungan menyanyi dengan teman-teman.

Call me anytime you want.”

Tiga jam berlalu. Entah berapa gelas wine telah kita habiskan. Akhirnya, kamu harus pulang.

Aku pun pulang, meski tak harus. Dan tak ingin.

Filed under Perempuan Balerina