elianisme

mempertemukan kata, menemukan makna

Notes

Aksen

“Hey, Johnny.”

Kamu mengangkat telepon dariku di dering ketiga. Aksenmu lucu sekali, memanggil rindu merasuk jiwa. Seketika, menit-menit yang kita habiskan di Kopi Selasar seolah terputar ulang, di mana langit-langit kamarku menjadi layarnya dan langit hatiku menjadi saksinya.

Musik light jazz lamat-lamat terdengar, melatarbelakangi percakapan kita. “Kamu lagi dengar apa?” tanyaku, penasaran. “Jane Monheit.”

Akhirnya, setelah tiga puluh menit melepas kangen, kita membuat janji temu.

Malam ini.   

Filed under Perempuan Balerina