Selasar
Aku memperkenalkan diri setelah mengenali pandangan matamu yang khas perempuan, yang memerhatikanku sedari tadi. “May I offer you a cigarette?” ujarku. Kamu mengambil sebatang, tersipu.
“Aku orang Indonesia, kok.”
Wajah dan perangaimu lebih mirip turis ketimbang penduduk asli. Namun, rambut hitammu sedikit menjelaskan darah Indonesiamu, meski tetap saja kamu lebih cocok jadi bule. “Samantha,” katamu, sembari menyodorkan tangan.
“John.” Berbeda denganku, namamu kebarat-baratan karena ibumu memang orang Perancis. Sedangkan namaku berawal dari ketertarikan ibuku terhadap Bible, kitab suci Nasrani.
Aku selalu takluk pada perempuan gelap dan artistik. Jaket hitam dan novel Paulo Coelho-mu, mencuatkan kesan itu. Tak perlu pencahayaan yang baik untuk membuatmu bersinar. Auramu toh sudah menyala benderang.
Kopi Selasar di Selasar Sunaryo art space adalah tempat perjumpaan itu.